Jumat, 02 September 2016

Tidur, Mimpi dan Ritme Sirkardian


1.      Stadium tidur
Stadium tidur ditentukan oleh gambaran khas dari pemeriksaan: Polysomnography (PSG)
  •          EEG (Electro Encephalography)
  •          EOG (Electro Oculogram) = ENG
  • ·        EMG ( Electro Myogram)
PSG menunjukkan2 stadium tidur:
  •          Non Rapid Eye Movement (NREM) Sleep (4 tahap)
  •          Rapid Eye-Movement (REM) Sleep
2.      Rekaman EEG pada Sleep-wake (sircardian) cycle: 
            a.  Bangun:
·         Aktivitas alpha (keadaan tenang dan mata tertutup)
·         Aktivitas beta (membuka mata)
b.      Tidur N REM Tahap:
·         Aktivitas theta
·         Sleep Spinde dan K Complex
·         Aktivitas delta (Slow wave)
·         Aktivitas delta makin banyak

c.       Tidur REM:
·         Aktivitas desinkronisasi, mirip N REM tahap 1
·         Tetapi disertai   REM, mirip keadaan bangun  dan paralysis otot

3.      LAMA DAN POLA TIDUR
Observasi siklus tidur-bangun (sleep-wake cycle) pada manusia menunjukkan hubungan dengan usia
a. Lama waktu tidur
         Bayi tidur selama 16-20 jam sehari
          Anak-anak selama 10-12 jam, pada
          Usia 10 tahun waktu tidur turun menjadi
   9-10 jam
          Dewasa muda menjadi 7-7,5 jam
          Usia tua turun pelan-pelan menjadi 6,5 jam.
b. Pola tidur
·         Bayi (beberapa minggu pertama) -> Irama sirkadian
·         Bayi matang (> 1 th) -> tidur pagi -> tidur siang
·         Umur 3-4 th -> konsolidasi -> tidur malam yang panjang tetapi > ½ populasi dunia -> tidur siang sebentar (termasuk Indonesia)
·         Usia tua -> timbul fragmentasi pola tidur:
#  Bangun malam makin sering
#  Tidur siang makin sering -> micro sleep -> long nap
·         Dementia siklus tidur terbalik

4.      Organisasi tidur
  • Tidur, biasanya mulai NREM tahap 1-4 dalam waktu 40-60 menit.
  • Tahap 3-4 (Slow wave) terutama pada 1/3 awal tidur, dewasa muda 15-20% sedangkan orang tua berkurang sampai hilang.
  • Stadium REM biasanya terjadi pada jam ke-2, bila onset REM lebih cepat (< 30 menit) -> keadaan Patologis (Narcolepsy, depresi endogen dll)
  • Pergantian N REM dan REM rata-rata 90-110 menit (Ultradian cycle) -> 4-6 kali semalam
            -  REM  : 20 –20% waktu tidur
            -  N REM tahap 1-2 : 50 – 60%, orang tua ­
               N REM tahap 3-4 : 15 – 20 %, orang tua ¯ / (-)

5.      Mimpi
a.       Stadium REM
          Dapat diingat kembali
          Mudah dibangunkan
b.      Stadium N REM tahap 3-4
          Kurang bisa diingat lagi
          Sulit dibangunkan (> 5 menit)
          Disorientasi & binggung

6.      Beberapa gangguan tidur
a. Insomnia
o   Sulit memulai dan mempertahankan tidur
o   Sdh tidur tp merasa kurang terus (bad quality)
o   WALAUPUN ADA KESEMPATAN TIDUR DAN CUKUP WAKTU UNTUK TIDUR
b. Narkolepsi
      Mengeluh ngantukan atau mendadak otot lemah
      Hilangnya tonus otot postular bilateral mendadak berhub dg emosi (katapleksi)
c. Sleep Related Breathing disorder
  •   Obstructive sleep apneu
  •  Central sleep apneu
d.      Parasomnia
  •  Gerakan dan pengalaman tdk diinginkan yg muncul ketika mulai tertidur, selama tidur atau saat akan bangun
  •  Perilaku nya bisa bertujuan dan kompleks
sleep related movement disorder
  •  Restless legs syndrome
dorongan kuat utk menggerakkan kaki krn rasa tdk nyaman, berkurang dg gerakan, muncul bila diam
  •  Periodic limb movement disorder
4 gerakan berturut2 selama 0,5 – 5 detik dg jarak 5 – 90 detik
  • Sleep related leg cramps
  • Sleep related rhytmic disorder
 semoga bermanfaat

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tidur, Mimpi dan Ritme Sirkardian

0 komentar:

Posting Komentar