Senin, 29 Agustus 2016

Hormon Dan Perilaku Seksual



1.      Efek developmental dan aktivasi hormon seks
Hormon mempengaruhi seks melalui dua cara:
a.  Mempengaruhi perkembangan( mulai dari konsepsiàkematangan karakter seksual laki-laki dan perempuan)
b.      Mengaktifkan prilaku (terkait reproduksi pada orang dewasa yg matang)  

2.      Sistem Neuroendokrin
a.      Kelenjar (glands), Ada 2 tipe:
·      Ensokrin : melepaskan bahan-bahan kimia ke dalam pembuluh, yang mengangkutnya ke target, sebagian ke permukaan tubuh (mis; kelenjar keringat)  
·      Endokrin : (kelenjar tanpa pembuluh)melepaskan  bahan kimia mereka, disebut dgn hormon. Secara langsung ke dalam sistem sirkulatorik menuju targetnya.
b.      Golongan-golongan hormon :
Sebagian besar termasuk dalam salah  satu di antara tiga golongan:
·      Derivat asam amino (ex; epinefrin)
·      Peptida dan protein (ex; rantai-rantai asam animo)
·      Steroid (disentesis dari kolestrol), memiliki peran penting dalam perkembangan dan perilaku seks
c.       Gonad adalah
Testis pada laki-laki dan ovarium perempuan, Mereka menghasilkan sperma dan ovum, Memproduksi dan melepaskan hormon steroid, Dua golongan utama hormon gonadal : androgen dan esterogen (testoteron adalah androgen terbanyak dan estrodiol adalah yg paling sedikit.
d.      Hormon-hormon pituitari:
Kelenjar pituitari disebut master gland (kelenjar master) karena sebagian besar hormonnya adalah hormon tropik (yaitu berfungsi mempengaruhi pelepasan hormon dari kelanjar-kelenjar lain).
3.      Pituatari
Kelenjar pituitari sebenarnya ada dua kelenjar:
a.       Anterior (banyak melepas hormon tropikàmaster gland)
b.      Posterior
Keduanya menyatu selama proses perkembangan biologis
4.      Kontrol Pituitari anterior, posterior oleh hipotalamus

a.       Dua mekanisme berbeda, yaitu mekanisme anterior dan posterior
·         Pituitari posterior hormon utamanya vasopresin dan oxitosin yaitu hormon peptida yg disintesa di badan sel neuron dalam nuklei paraventrikuler dan nuklei supraoptik hipotalamus.
·         Mereka diangkut sepanjang akson oleh neuron-neuron ke terminal-terminal mereka di pituitari posterior dan disimpan sampai tibanya daya aktif yg melepaskan mereka.  
b.      Neuron yg melepaskan hormon ke dalam sirkulasi umum disebut neurosekretory cells (sel-sel neurosekretorik)
c.       oksitosin menstimulasi kontraksi uterus dan keluarnya air susu selama menyusui
d.      Vesopresin (antidiuretik hormon) memfasilitasi penyerapan-kembali air oleh ginjal.
e.       Pelepasan hormon diatur oleh tiga macam sinyal berbeda:
·         Sinyal dari saraf
·         Sinyal dari hormon
·         Sinyal dari bahan kimia nonhormonal dalam darah
5.      Hormon dan perkembangan seksual
¨  Manusia bersifat dismorfik artinya; laki-laki dan perempuan diarahkan oleh hormon
¨  Deferensial seksual pada mamalia dimulai wkt fertilisasi(pembuahan) dgn dihasilkan zigot; zigot dgn pasangan kromosom XX (perempuan) dan XY (laki-laki)
¨  6 mgg setelah konsepsi baik laki-laki dan perempuan memiliki dua set reproduktive duct (saluran reproduksi) lengkap: a. Sistem wolffian (laki), b. Sistem Mullerian (perempuan)
¨  Pada bulan ketiga pada fetal laki-laki memproduksi testosteron dan substansi penghambat-MullerianàMullerian berdegenerasi, sehingga testis turun ke dlm scrotum
¨  Pada perempuan: Sistem Mullerian berkembang selama tidak terpapar testosteron.
6.      Organ reproduksi ekternal
pada bulan ke dua kehamilan organ-organ  reproduksi ekternal terdiri atas 4 bagian;
-          Gland (pada lelaki menjadi kepala penis, klitoris pd wanita)
-          Lipatan utretral (menyatu pada lelaki, pada wanita menjadi labia minora)
-          Badan lateral(menjadi batang penis pada lelaki, tudung klitoris pada wanita)
-          Pembengkakan labioscrotal(menjadi scrotum pd lelaki, menjadi labia mayora pd wanita)
7.      Pubertas
·         Masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa
·         Berhubungan dengan meningkatnya pelepasan hormon di pituitari anterior
·         Hormon pertumbuhan (growt hormon) meningkatà laju pertumbuhan meningkatà Memicu peningkatan gonadotropik dan adenokortikotropik

8.      Hipotalamus dan perilaku seks pada pria
  • Daerah preoptik medial (termasuk sexually dimorphic nucleus) adalah daerah hipotamus yg memiliki perann kunci dlm prilaku seks pria.
  • Destruksi atau kerusakan bisa menghilangkan prilaku seks pada mamalia jantan 
  • Terdapat perbedaan struktur hipotalamus laki-laki dan perempuan, terutama bag anterior
9.      Tahap menstruasi
  • FSH dikeluarkan oleh hipofise anterioràfolikel primer berkembang dlm ovarium menjadi folikel de Graaf yg menghasilkan esterogen
  • Esterogen menekan FSHàhipofise anterior mengeluarkan LH
  • Produksi FSH dan LH dipengarui RH
  • Dibawah RH folikel de Graaf makin matang dan mengeluarkan esterogen
  • Esterogen menyebabkan endometrium menebal (masa proliferasi)
  • Dibawah pengaruh LH folikel de Graaf matang dan terjadi ovelasi
  • Setelah ovulasi terjadi, terbentuk korpus rubrum (merah)àmenjadi korpus luteum (kuning)
  • Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron àkelenjar endometrium berlekuk dan bersekresi (masa sekresi)
  • Bila tdk ada pembuahan, korpus luteum berdegradasiàkadar esterogen dan progesteron menurunàterjadi degradasi dan perdarahan
10.  Saat terjadi kehamilan
Setelah terjadi konsepsi dan implantasi, tropoblas mensekresi hCG (human chorionic gonadotropin) àkorpus luteum dipertahankan sehingga kadar esterogen dan progesteron seimbang.
11.  Spermatogenesis
·         Terjadi di tubulus seminiferus, selama masa seksual aktif akibat stimulasi hormon gonadotropin di hipofise anterior
·         Memerlukan waktu 64 hari dari spermatogonia menjadi sperma matang
·         Ada tiga tahap ;
o   Proliferasi mitotik
o   Meiosis pengemasan
·         Berdasarkan jenis kromosom seks dibedakan :
o   Male sperm (mengandung kromosom Y)
o   Famele sperm (kromosom X)
·         Sperma dibuat dlm jumlah banyak tidak saat itu dikeluarkan, namun disimpan di epididimis dlm keadaan tidak aktif (jumlah sedikit), dan di ampula duktus deferens dlm jumlah banyak selama sebulan.
·         Sperma normal;
o   Gerakan flagela 1-4 mm/menit
o   Bentuk normal (kepala, ekor)
·         Klimakterium ;
o   Fungsi seksual yg menurun pada pria perlahan mulai  usia 40 tahun.
o   Yg disebabkan karena menurunnya sekresi hormon testosteron
12.  Prilaku menyimpang seksual
a.      Jenis-jenis penyimpangan seksual;
o   Homoseksual ; disorientasi pasangan seksual (gay pada laki-laki dan lesbi pada wanita)
o   Sadomasokisme ; kepuasan seksual dgn terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangan
o   Masokisme ; dgn sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa
o   Eksibisionisme ; mendapat kepuasan seks dgn memperlihatkan alat kelamin, bila korban jijik, menjerit dan takut dia semakin terangsang
  1. Voyeurisme (scoptophilia) artiya mengintip . Memperoleh kepuasan dgn mengintip.
  2. Fetishisme ; disalurkan dgn maturbasi dgn BH, celana dalam dll
  3. Pedofilia ; mencapai kepuasan bila berhubungan dgn anak kecil
  4. Bestially ; orientasi seksual pada hewan
  5. Incest ; orientasi seks pada keluarga sdr non suami istri (bisa ayah, ibu, saudara laki atau wanita)
  6. Necrophilia ; orientasi seks pada org yg mati
  7. Sodomi ; oleh pria yg suka anal seks
  8. Frotteurisme ; dgn cara menggesekan alat kelamin ke tubuh wanita di tmpt umum
  9. Zoophilia ; orientasi pada hewan
  10. Gerontofolia ; pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seks pada orang yg sudah berusia lanjut

SEMOGA BERMANFAAT VROO

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hormon Dan Perilaku Seksual

1 komentar: